Di Tahun 2016 sepertinya bukan sebagai tahun kesuksesan dari Uber, pada akhir kuartal ketiga yang lalu, layanan ride-sharing tersebut dikabarkan merugi hingga 800 juta dollar AS atau setara Rp 10,7 triliun . Berdasarkan informasi yang penulis dapat dari media online dan surat kabar,hal ini dikabarkan dari sumber orang dalam yang tidak ingin di publikasikan identitasnya. Kalau memang kabar ini benar, informasinya beririsan dengan informasi yang telah tercium pada bulan Agustus 2016 lalu.
Pada waktu itu, pada saat Uber memaparkan laporan kuartal yang kedua kepada para investor, Head of Finance Uber, Gautam Gupta memberitahukan bahwa kerugian Uber semakin menumpuk,pertanyaanya adalah kenapa Uber bisa merugi? faktor yang paling utama adalah dengan adanya pemberian subsidi yang diberikan Uber untuk para mitra pengemudinya. Belum di tambah lagi dengan adanya promo-promo yang gencar digelar untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakan Uber.
Sebetulnya angka dari kerugian tersebut bersifat privat bagi publik,itu karena Uber belum membuka saham perdana alias IPO. Akan tetapi, ada beberapa orang dalam membocorkan kepada awak media.
Sebetulnya angka dari kerugian tersebut bersifat privat bagi publik,itu karena Uber belum membuka saham perdana alias IPO. Akan tetapi, ada beberapa orang dalam membocorkan kepada awak media.
![]() |
| Sumber : www.uber.com |
Mereka mengatakan bahwa Uber merugi 520 juta dollar AS (Rp 6,9 triliun) pada kuartal pertama Tahun 2016 dan 850 juta dollar AS (Rp 11,3 triliun) pada kuartal kedua Tahun 2016, seperti yang dilaporkan Bloomberg dan dihimpun KompasTekno, Selasa (20/12/2016).
Apabila ditambah lagi kerugian pada kuartal ketiga, maka total kerugian Uber selama sembilan bulan di Tahun 2016 kurang lebih berjumlah sekitar 2,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 29,4 triliun. Kerugian itu belum termasuk bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
Akan tetapi dii tengah kerugian yang sedang melanda , pendapatan Uber sebetulnya naik dan sesuai yang ditargetkan. Perusahaan layanan ride-sharing asal San Francisco itu mendapat 3,76 miliar dollar AS atau setara Rp 50,3 triliun selama sembilan bulan beroperasi di tahun 2016. Hingga tutup tahun, pendapatan dari Uber diprediksikan bisa mencapai 5,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 73,7 triliun. Dengan pendapatan yang terus naik sesuai target, nilai valuasi Uber pun kuat.
Anda berminat membeli Uber? kalau ada yang berminat untuk membeli Uber pada saat ini, setidaknya perlu merogoh kocek 69 miliar dollar AS atau setara Rp 924 triliun he he he. Perlu anda ketahui bahwa nilai valuasi itu lebih besar daripada gabungan General Motors Co. dan Twitter Inc.Maka, intinya kerugian Uber sebetulnya dikarenakan lebih besar pasak daripada tiang. Pendapatannya yang meningkat tidak cukup untuk menutup pengeluaran yang juga semakin menumpuk.
Armada Uber yang semakin banyak, dan transaksi yang dibuatpun setiap harinya semakin meningkat,akan tetapi subsidi yang masih diberikan pun ikut semakin melonjak. Menurut dari sumber dalam, total transaksi dari pemesanan kendaraan oleh penumpang Uber selama sembilan bulan adalah 14,2 miliar dollar AS atau setara Rp 190 triliun. Ketika dipangkas untuk membayar mitra pengemudi, pemasukan Grab tersisa 3,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 49 triliun. Pemasukan itu belum dikurangi biaya operasional dan kebutuhan perusahaan lainnya.
Pihak Uber sendiri pun sebetulnya enggan utnuk berkomentar adanya desas-desus kerugian bisnisnya. Bocoran yang diumbar sumber dari dalam pun belum bisa dipercaya sepenuhnya.

0 Response to "Wow Uber Dikabarkan Rugi Senilai Rp. 10,7 Triliun"
Posting Komentar